Penting ditegaskan, membahas Dunning–Kruger Effect bukan untuk menghakimi individu atau kelompok tertentu. Ini adalah cermin bagi kita semua terutama mereka yang diberi kepercayaan memimpin oleh Tuhan dan Rakyat.

Teori ini mengajak kita membangun kerendahan hati intelektual, kesadaran bahwa jabatan tidak otomatis menjadikan seseorang paling benar atau paling tahu.

NTT membutuhkan lebih banyak pemimpin, pendidik, dan birokrat yang berani berkata, “Saya masih perlu belajar”. Sikap ini bukan tanda kelemahan melainkan kekuatan moral.

Daerah ini tidak akan maju hanya dengan kepercayaan diri yang tinggi tetapi dengan kesiapan untuk mendengar rakyat, menerima kritik, dan memperbaiki kebijakan.

Pada akhirnya, orang yang bijak bukanlah mereka yang merasa paling tahu
melainkan mereka yang terus mau belajar dan memperbaiki diri. Di situlah harapan bagi kepemimpinan yang lebih manusiawi dan berkeadaban di Nusa Tenggara Timur. (*)