Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Ini bukti nyata kehadiran pemerintah dalam mendorong produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat. Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Bupati.
Antisipasi Keterbatasan Anggaran dan Dukungan untuk Produk Lokal
Bupati Krisman juga menyampaikan tantangan anggaran yang akan dihadapi daerah pada tahun depan akibat pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat. Meski begitu, ia menjelaskan bahwa efisiensi anggaran di awal masa jabatannya membuat pemerintah mampu menyisakan dana Rp26 miliar yang kemudian dialokasikan untuk berbagai program langsung bagi masyarakat, termasuk:
- Bantuan peralatan usaha,
- Santunan duka,
- Seragam sekolah gratis,
- Pemasangan lampu jalan.
Di sisi lain, Bupati menyinggung kondisi penyadap nira lontar yang kini lebih banyak memproduksi moke dibanding gula sabu. Ia mengakui adanya perbedaan pandangan terkait produksi moke, terutama dari kalangan gereja.
“Kami tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi yang tepat agar produk lokal ini dapat diatur dan dilegalkan dengan batasan tertentu, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif,” jelasnya.
Pesan Bupati: Manfaatkan Bantuan untuk Produktivitas
Mengakhiri sambutannya, Bupati Krisman berpesan agar seluruh penerima bantuan dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan secara optimal.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

