Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Merusak itu gampang, tapi memulihkan kembali alam agar tercipta sekuilibrium hidup, membutuhkan proses. Membangun kesadaran dan komitmen untuk memulihkan alam: jalan mulia menjaga keseimbangan hidup. Sejatinya, itulah upaya menjaga keutuhan dan keagungan alam demi keanggunan hidup manusia. Bagaimana upaya yang dilakukan untuk menjaga sekuilibrium relasi manusia dengan alam?
Tentu ada banyak cara yang dilakukan oleh manusia. Pertama, menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal sebagai upaya menjaga relasi harmonis antara manusia dengan alam. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat adat dan komunitas lokal yang memiliki pengetahuan ekologis mendalam, yang diwariskan secara turun temurun. Tindakan ini pun tentu dapat diiringi dengan membangun mekanisme melalui aturan-aturan yang bersifat konservasi seperti memberi denda atau sanksi bagi pelanggar. Aksi ini akan lebih efektif karena berdasar pada kebiasaan dan budaya masyarakat setempat.
Kedua, melakukan aksi nyata melalui kegiatan reboisasi pada kawasan hutan yang rusak, gundul atau mengalami degradasi. Tentang aksi ini, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) TTU bersama Jemaat Bermata GMIT yang melakukan penanaman dan penghijauan di wilayah Fatutasu yang diberitakan oleh RakyatNTT.ID, menjadi contoh.
