Peningkatan minat juga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk ke layanan pelanggan Asuransi Astra. Masyarakat aktif bertanya tentang biaya tambahan untuk perluasan jaminan banjir.

“Biasanya paling lima orang sehari. Saat banjir, jumlahnya lebih dari itu. Mereka menanyakan biaya perluasan jaminan banjir atau ingin langsung mengasuransikan kendaraan,” jelas Iwan.

Saat ini, Asuransi Astra masih fokus pada proses evakuasi kendaraan terdampak banjir. Potensi peningkatan kepedulian terhadap proteksi kendaraan diperkirakan akan terlihat dalam waktu dekat.

Iklan

Klaim Asuransi Banjir Tidak Berarti Dapat Mobil Baru

Terkait mekanisme klaim, Iwan menegaskan bahwa asuransi bekerja untuk memulihkan kondisi kendaraan sesuai keadaan sebelum kejadian, bukan mengganti mobil dengan unit baru.

“Kalau kita berasuransi, yang diganti adalah biaya perbaikan. Kalau memang perlu diperbaiki, kita perbaiki. Kalau harus ganti, ya diberikan uang, bukan mobil baru,” tegasnya.

Ia menjelaskan ketentuan total loss, yaitu kondisi ketika biaya perbaikan mencapai atau melebihi 75% dari nilai mobil.

“Kalau harga mobil Rp100 juta dan biaya perbaikan Rp75 juta atau lebih, berarti total loss. Penggantian yang diberikan adalah 100% dari harga pasar kendaraan saat itu,” tambahnya.