Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Suharto, saya kira, sudah memenuhi, semua syarat tersebut. Bergagasan besar, misalnya, Orde Baru. Berkarya besar, misalnya, berhasil menjadikan Indonesia swasembada pangan. Dari tahun 1984 hingga 1988, Indonesia menjadi pengekspor beras. Karena itu, pada tahun 1985, beliau mendapat penghargaan dari FAO, Organisasi Pangan Dunia. Dengan itu, beliau pun terbukti, konsisten dalam menggelorakan spirit nasionalisme dan perjuangan, dengan dampak yang dirasakan secara nasional. Persyaratan, seperti “penelitian dan verifikasi berlapis di tingkat daerah hingga pusat, yang bisa memakan waktu beratahun-tahun” (Kompas.com. “Perjalanan Panjang Suharto Menuju Gelar Pahlawan Nasional”, 3 November, 2025), saya yakin, pasti juga sudah dilakukan oleh para pengusul beliau.
Apalagi yang belum? Lalu, mengapa setelah diusulkan bertahun-tahun belum juga dinyatakan sebagai pahlawan? Mengapa, kemudian, Romo Frans Magnis Suseno, SJ, menentangnya?
Sebagai salah satu hati nurani bangsa Indonesia, saya kira, Romo Frans Magnis Suseno, SJ, pasti punya alasan untuk mengatakan bahwa Suharto tidak layak untuk menjadi pahlawan nasional. Apa saja alasan itu? Apakah untuk mengetahui alasan itu, kita perlu bertanya kepada beliau langsung?



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

