“Kasihan mereka ini ada yang bagi dua rumah karena suami atau istri mereka ada di kampung. Di sekolah asal mereka juga masih kekurangan guru,” lanjutnya.

Plt. Sekwan Akui Ruangan Tak Mencukupi

Plt. Sekretaris Dewan DPRD TTS, Minggus Mella, membenarkan terjadinya penumpukan pegawai P3K di lingkungan sekretariat. Ia menjelaskan bahwa ruangan yang tersedia tidak mampu menampung sekitar 40-an P3K hasil rekrutmen tahap II tahun 2025.

Minggus menegaskan bahwa pihak sekretariat sudah berkoordinasi dengan Kabag Umum dan pimpinan DPRD TTS untuk mendistribusikan tugas para pegawai.

Iklan

“Kami juga tidak mau teman-teman P3K datang lalu duduk di emper gedung. Tapi kondisi ruangan memang tidak cukup. Saya sudah koordinasi terkait distribusi tugas untuk mereka,” jelasnya.

Terkait analisis kebutuhan formasi P3K, Minggus mengatakan proses itu dilakukan pada masa kepemimpinan Sekwan sebelumnya, sehingga ia tidak mengetahui secara detail. Namun ia berjanji akan segera menyelesaikan persoalan yang terjadi.

“Persoalan ini akan kita atasi. Kami tetap berkoordinasi dengan pimpinan,” tutupnya.

Masalah Penempatan P3K Menjadi Sorotan

Kasus penumpukan P3K di Sekretariat DPRD TTS menambah panjang daftar persoalan penempatan pegawai di daerah. Kekurangan ruangan, ketidaksesuaian formasi, hingga tidak optimalnya perencanaan kebutuhan pegawai menjadi masalah yang kini disorot publik.