Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID — Pemerintah Kota Kupang dinilai belum menunjukkan keseriusan dalam menindaklanjuti aspirasi warga terkait perbaikan Jalan GOR Flobamora.
Bahkan, sikap positif yang sebelumnya disampaikan para legislator dianggap hanya menjadi wacana tanpa tindak lanjut nyata di era Wali Kota Chris Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Francis.
Beberapa bulan lalu, DPRD Kota Kupang melalui Ketua DPRD Richard Odja dan Fraksi Demokrat secara tegas mendesak Pemkot, khususnya Dinas PUPR, untuk segera memperbaiki ruas jalan yang semakin rusak dan membahayakan pengendara. Jalan penghubung Kecamatan Oebobo dan Maulafa itu kini kerap menyebabkan kecelakaan dan kerusakan kendaraan warga.
Anggaran Rp3,4 Miliar Tak Digubris Pemkot
Dorongan DPRD agar Pemkot mengalokasikan anggaran Rp3,4 miliar dalam pembahasan Perubahan APBD 2025 untuk memperbaiki Jalan GOR Flobamora juga tidak mendapat respon. Pemkot justru menyebut perbaikan hanya akan dilakukan dalam bentuk penimbunan tanah sertu, bukan perbaikan permanen.
Minimnya respons Pemkot berdampak serius, terutama pada musim hujan. Kondisi jalan kini tak hanya berlubang, tetapi juga dipenuhi lumpur dan genangan air sehingga kian berbahaya.
Pantauan di lapangan pada Senin (17/11/2025) menunjukkan pengendara roda dua, empat hingga enam masih ramai melewati jalan tersebut. Banyak kendaraan harus berjalan pelan, bahkan antre melewati kubangan air. Beberapa sepeda motor dilaporkan mengalami kerusakan seperti ban pecah dan mogok.
PUPR Sebut Terbatasnya Anggaran
Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Maksi Dethan, belum memberi penjelasan rinci terkait kondisi terbaru jalan GOR Flobamora. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa perbaikan maksimal tidak dapat dilakukan pada 2025 karena keterbatasan anggaran.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

