Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia menegaskan bahwa Indonesia, khususnya Lembata, adalah rumah bagi masyarakat multikultur. Keberagaman tersebut merupakan kekuatan sosial budaya yang harus dijaga.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan, menumbuhkan sikap saling menghormati, membuka ruang dialog serta menolak kekerasan dan diskriminasi.
“Perbedaan bukan pemisah, melainkan perekat yang memperkuat harmoni sosial di antara kita,” tegasnya, sekaligus menyerukan pengamalan nilai Bhinneka Tunggal Ika.
Kemenag Lembata Serukan Pemuda jadi Pelopor Toleransi
Kepala Kantor Kemenag Lembata, H. Jamaludin Malik, menyoroti dua hal penting: pesan agama tentang toleransi dan peran strategis pemuda dalam menjaga kerukunan.
Ia mengimbau generasi muda untuk lebih bijak dalam bermedia sosial, menyaring ujaran kebencian, serta memperbanyak dialog lintas komunitas guna menangkal isu negatif terkait keberagaman.
Penyalaan Obor Toleransi dan Deklarasi Kerukunan
Acara puncak ditandai penyalaan obor keragaman toleransi oleh perwakilan agama Islam, Protestan, Katolik, dan Hindu. Obor NKRI dinyalakan oleh Kanis Making mewakili Bupati Lembata sebagai simbol bahwa cahaya kerukunan harus terus bersinar di bumi Lepan Batan.
