“Perdagangan ini tidak hanya membuka akses pasar bagi petani dan nelayan NTT, tetapi juga mengintegrasikan produk lokal ke rantai industri Jawa Timur,” jelasnya.

Sebaliknya, arus komoditas dari Jawa Timur ke NTT turut memperkuat ketahanan pangan dan pengembangan peternakan.

“Pakan ternak, dedak gandum, dan polar sangat vital untuk peternakan NTT. Sementara pasokan beras, daging ayam beku, dan telur ayam membantu menstabilkan harga bahan pokok,” tambah Johni.

Iklan

Kolaborasi Ekonomi yang Saling Menguatkan

Johni berharap, kerja sama ekonomi ini dapat menciptakan mata rantai ekonomi saling membutuhkan, bukan saling bersaing.

“Kita ingin dampak jangka panjangnya tak hanya di angka transaksi, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan petani serta pelaku usaha kecil,” tegasnya.

Transaksi di NTT jadi yang Tertinggi di Indonesia

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa misi dagang dan investasi ini mengusung semangat “tumbuh bersama, maju bersama, dan sejahtera bersama.”

“Pertemuan antar pelaku usaha seperti ini penting sebagai penggerak pembangunan ekonomi di kedua provinsi,” katanya.

Khofifah mengungkapkan, dari 46 kali penyelenggaraan Misi Dagang oleh Pemprov Jatim, transaksi di NTT mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah.