Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Itulah beberapa makna dan nilai yang di peroleh dari ungkapan kegelisahan beberapa siswa yang dikutip secara verbatim dalam tulisan ini. Dan ungkapan kegelisahan itu, setidaknya, menjadi pengingat agar pendidik bergerak secara sadar demi menuntun dan memuliakan anak didik, yang menjadi harapan bangsa.

Keberadaan dan kehadiran guru pun harus memberi kesan mendalam, menjadi berkat, dan dirindukan oleh anak didik sebagai agen perubahan. Keberadaannya harus senantiasa dirindukan, agar mampu menjadi daya pembaharu dan pengubah bagi anak didik, sehingga anak didik dapat berkembang jauh lebih maksimal.
Minimal menjadi manusia mandiri kelak, walau soal kemandirian itu ditentukan oleh nasib dan anak didik sendiri.
Upaya menuntun anak didik mencapai dan menuju kemandirian hidup memerlukan proses. Oleh karena itu, membangun kesadaran diri, keteladanan hidup dan kebiasaan atau habituasi positif perlu menjadi pegangan dan dasar seorang guru. Sebab, guru itu profesi mulia. Dialah aktor sejati.
Nilai-nilai agung seperti kesadaran diri, keteladanan hidup, kebiasaan positif, kontrol diri dan ketekunan, menurut Prof. Tans Feliks melalui tulisannya dalam https://fortuna.press/2025/10/30// bertajuk, “Belajar dari Dua Narasi Kontras Undana”, perlu ditumbuhkembangkan. Bagaimana caranya? Mulailah dari diri seorang guru.



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

