Namun, tantangan besar juga dihadapi, terutama adanya pemotongan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2026 sebesar Rp141 miliar. Kondisi ini membuat daerah mengalami defisit anggaran Rp17 miliar.

Pemerintah berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi potensi garam dan rumput laut serta mendorong hadirnya program Marketplace Bagi Generasi (MBG) untuk mempercepat perputaran ekonomi daerah.

Pesan Bupati dan Tindak Lanjut Masalah Lapangan

Mengakhiri arahannya, Bupati Krisman menyampaikan harapan agar masyarakat tetap mempercayai pemerintah dalam proses pembangunan yang sedang berjalan. “Kami berupaya agar masyarakat segera merasakan hasilnya. Prosesnya biar kami yang kerjakan,” katanya.

Iklan

Kegiatan diakhiri dengan diskusi yang membahas persoalan di tingkat desa dan kelurahan. Bupati menekankan agar setiap aduan segera ditindaklanjuti agar tidak berulang pada pertemuan berikutnya.

Peninjauan Tambak Garam di Dahi

Sebagai agenda penutup, Bupati Krisman bersama jajaran meninjau lokasi tambak garam di Dahi untuk memastikan kesiapan kegiatan revitalisasi tambak garam seluas 10 hektar. Program ini menjadi prioritas mengingat potensi besar garam Raijua sebagai penggerak ekonomi lokal. (*/rnc)