Pendekatan teknokratis juga kerap melupakan konteks lokal. Di masyarakat agraris seperti di Flores, pola makan dan budaya konsumsi tidak bisa diubah hanya dengan brosur edukasi. Edukasi gizi perlu diiringi dengan pemberdayaan ekonomi, akses air, dan pendidikan perempuan. Tanpa itu, program hanya menjadi ritual tahunan yang diulang tanpa hasil nyata.

Kebutuhan Akan Pendekatan Baru

Masalah gizi di NTT seharusnya dilihat dalam kerangka keadilan sosial dan ekologi.
Air bersih, gizi cukup, dan sanitasi bukan sekadar isu kesehatan, tetapi hak dasar manusia. Karena itu, intervensi yang dilakukan pemerintah harus bergerak dari pendekatan karitatif menuju transformasi struktural.

Iklan

Ada beberapa langkah strategis yang mendesak dilakukan:

Membangun infrastruktur air berbasis lokal dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah dapat mendorong sistem penampungan air hujan, pemeliharaan sumber mata air, dan teknologi pompa surya di wilayah sulit akses.

Meningkatkan literasi gizi dan kesehatan keluarga.
Program edukasi seharusnya melibatkan tokoh adat dan gereja, bukan hanya tenaga medis, agar pesan kesehatan lebih diterima oleh masyarakat akar rumput.

Transparansi dan sinergi antarprogram.
Evaluasi dan publikasi data penggunaan anggaran gizi di setiap kabupaten perlu dibuka secara berkala agar publik bisa mengawasi.