Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung berkinerja lebih baik di lingkungan suku bunga rendah, menjadikannya pilihan utama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Harga Emas dan Logam Mulia Melonjak
Mengutip laporan Reuters, harga emas spot naik 2,62% ke level 4.317,79 Dolar AS per ons pada Kamis, 17 Oktober 2025, mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
Sementara harga emas berjangka AS untuk kontrak Desember melonjak 2,5% menjadi 4.304,60 Dolar AS per ons.
Sepanjang tahun berjalan, logam mulia ini telah menguat lebih dari 60%, didorong oleh ketegangan geopolitik, ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif, pembelian besar oleh bank sentral, tren de-dolarisasi, serta arus masuk besar ke ETF berbasis emas.
Kenaikan juga terjadi pada logam mulia lainnya:
- Perak naik 1,4% menjadi 53,83 Dolar AS per ons
- Platina menguat 3% ke 1.704,10 Dolar AS per ons
- Palladium melonjak 3,2% ke 1.704,10 Dolar AS per ons
Prospek: Tren Bullish Emas Masih Berlanjut
Analis memperkirakan bahwa dengan ketidakpastian global yang masih tinggi dan kebijakan moneter yang cenderung longgar, harga emas berpotensi melanjutkan tren kenaikan hingga akhir tahun.
Jika The Fed benar-benar memangkas suku bunga secara bertahap, permintaan safe-haven dapat kembali mengangkat harga emas ke level yang lebih tinggi. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

