Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Harga emas melesat menembus 4.300 Dolar AS per ons pada Kamis (17/10) seiring meningkatnya minat investor terhadap aset safe-haven di tengah ketegangan dagang antara Washington dan Beijing serta kekhawatiran terkait penutupan sebagian aktivitas pemerintahan AS (government shutdown).
Lonjakan harga ini terjadi karena pelaku pasar semakin yakin bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat — situasi yang umumnya mendukung kinerja aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Ketegangan Dagang dan Penutupan Pemerintahan Tekan Sentimen Pasar
Investor tetap waspada setelah Amerika Serikat menuduh China memperluas kontrol ekspor logam tanah jarang (rare earths) dan menyebutnya sebagai ancaman bagi rantai pasok global.
Sementara itu, penutupan sebagian pemerintahan AS menunda publikasi sejumlah data ekonomi penting, menambah ketidakpastian terhadap prospek ekonomi jangka pendek Negeri Paman Sam.
Pejabat Departemen Keuangan AS memperkirakan kondisi tersebut dapat menggerus ekonomi hingga 15 miliar Dolar AS per minggu akibat hilangnya output nasional.
Pasar Perkirakan Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang 98% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober, serta peluang 95% untuk pemangkasan lanjutan pada Desember.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

