Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Penggunaan teknologi seperti AI dan ChatGPT jangan sampai membuat siswa malas berpikir. Buku tetap harus jadi sumber utama belajar,” ujarnya.
Ia mendorong sekolah untuk menggabungkan metode pembelajaran digital dengan tatap muka langsung agar keseimbangan akademik dan karakter tetap terjaga.
Guru dan Sekolah Diminta Tegas dan Berkualitas
Melki juga mengingatkan agar kenaikan kelas siswa tidak dipaksakan jika belum memenuhi kriteria akademik dan karakter.
“Kalau belum layak naik kelas, jangan dipaksakan. Kita tidak boleh manja anak-anak. Kualitas harus tetap dijaga,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, telah mengalokasikan anggaran Rp2,3 triliun dari total Rp5 triliun APBD 2025 untuk sektor pendidikan, sebagai bentuk komitmen nyata dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Dorong Program One School, One Product
Selain fokus pada akademik, Gubernur Melki juga menekankan pentingnya pengembangan kewirausahaan berbasis sekolah, sejalan dengan program One Village One Product dan One School One Product yang dicanangkan Pemprov NTT.
“Sekolah harus mulai mengembangkan usaha mandiri berbasis sumber daya lokal. Ini melatih jiwa entrepreneur siswa dan membantu operasional sekolah,” jelasnya.
