“Inisiatif ini memastikan Eropa memiliki kendali atas infrastrukturnya sendiri di tengah persaingan global yang semakin ketat,” ujar Lescure.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Italia, Adolfo Urso, menegaskan bahwa kerja sama ini akan menjadikan Eropa pemain utama di sektor satelit global.

“Kami ingin Eropa menjadi juara dunia dalam teknologi luar angkasa,” katanya.

Iklan

Respons dari Thales dan Prospek Bisnis

CFO Thales, Pascal Bouchiat, menyambut positif terbentuknya usaha baru ini namun mengingatkan bahwa persaingan di sektor antariksa tetap sangat ketat.

Ia menyinggung kontrak pengembangan jaringan satelit aman IRIS², yang menjadi bagian dari rencana komunikasi strategis Eropa.

“Kontrak pengembangan IRIS² adalah langkah penting, namun tantangan bagi industri antariksa Eropa masih besar,” ujarnya kepada wartawan.

Proyek Bromo diperkirakan akan mempekerjakan 25.000 orang dengan perkiraan pendapatan mencapai 6,5 miliar euro (sekitar Rp125,3 triliun) per tahun.

Ambisi Eropa: Menandingi Starlink dan Dominasi SpaceX

Selama bertahun-tahun, pembuat satelit di Eropa seperti Airbus dan Thales bersaing untuk menempatkan satelit di orbit geostasioner.

Namun, mereka menghadapi tekanan besar dari perusahaan-perusahaan seperti SpaceX, yang lewat Starlink sukses meluncurkan ribuan satelit di orbit rendah Bumi (LEO) dan mendominasi layanan internet global.