“Geothermal adalah sumber energi baru terbarukan (EBT) yang efisien, stabil, dan ramah lingkungan. Pemanfaatannya mendukung target Net Zero Emission serta mengurangi ketergantungan pada energi fosil,” ujar Johni.

Tantangan Pengembangan Geothermal

Wagub Johni menyebutkan tiga tantangan utama pengembangan panas bumi di Flores, yakni:

  • Pemahaman masyarakat yang belum menyeluruh soal manfaat dan dampak geothermal.
  • Kebutuhan kepatuhan terhadap standar teknis, lingkungan, dan pelibatan masyarakat lokal.
  • Informasi yang kurang tepat yang memunculkan keraguan publik.

Johni berharap diskusi ini bisa menjawab isu-isu tersebut. “Kita ingin tata kelola geothermal yang lebih baik, transparan, dan memperhatikan aspek sosial-budaya serta ekologis, sehingga dapat diterima semua pihak,” tambahnya.

Turut hadir Kepala Dinas ESDM Provinsi NTT Rosye Maria Hedwine, perwakilan Forkopimda NTT, civitas akademika Undana, serta insan pers. (*/bap/rnc)