Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Penyakit gagal ginjal masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Pasien dengan kondisi ini biasanya menjalani cuci darah (hemodialisis) untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak.
Prosedur ini membantu menyaring darah dari racun, sisa metabolisme, dan kelebihan cairan menggunakan mesin khusus.
Namun, kini muncul harapan baru. Menurut para ahli, transplantasi ginjal terbukti lebih efektif meningkatkan harapan hidup pasien gagal ginjal dibandingkan cuci darah.
Cuci Darah bukan Solusi Permanen
Direktur Pelayanan Medis RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Dr. Renan Sukmawan, Sp.JP(K), PhD, menjelaskan bahwa pasien yang bergantung pada cuci darah memiliki risiko kematian tinggi dalam 5 tahun.
“Pasien cuci darah pada akhirnya kematiannya setelah 5 tahun cukup tinggi. Jadi ini tidak membuat pasien kembali seperti semula,” ungkap Dr. Renan.
Transplantasi Ginjal Tingkatkan Kualitas Hidup
Berbeda dengan hemodialisis, transplantasi ginjal memungkinkan pasien untuk kembali hidup normal. Dengan obat pemeliharaan tertentu, pasien tidak perlu lagi cuci darah rutin.
“Kalau transplantasi, pasien tidak perlu cuci darah lagi. Memang tetap butuh obat untuk maintain, tapi kesehariannya bisa sama seperti saat sehat,” jelas Dr. Renan.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

