Denpasar, RakyatNTT.ID Desain Bandara Bali Utara resmi diperkenalkan oleh PT BIBU Panji Sakti. Bandara baru yang rencananya dibangun di pesisir Kubutambahan, Buleleng, Bali, ini mengadaptasi filosofi Tri Hita Karana, yakni harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.

CEO Alien Design Consultant, Hardyanthony Wiratama, menjelaskan filosofi tersebut diterjemahkan dalam tata ruang, pemilihan material, dan integrasi lanskap Buleleng yang menawan. “Kami ingin bandara ini jadi gerbang modern dunia, tapi tetap berjiwa Bali,” ungkapnya.

Konsep Futuristik dengan Identitas Bali

Bandara akan mengusung desain modern futuristik, ramah lingkungan, dan memanfaatkan energi terbarukan. Terminal penumpang akan terintegrasi dengan lanskap hijau, pegunungan, serta laut Buleleng.

Iklan

Dengan luas terminal penumpang utama 200 ribu meter persegi, bandara ini diproyeksikan mampu menampung 20 juta penumpang per tahun, bahkan bisa dikembangkan hingga 50 juta penumpang. Dua landasan pacu sepanjang 3.600 meter disiapkan untuk melayani pesawat besar seperti Airbus A380 dan Boeing 777.

Selain terminal penumpang, terminal kargo modern dirancang berkapasitas 250 ribu ton per tahun, menjadikan bandara ini simpul logistik nasional.

Dampak Ekonomi dan Pariwisata

Pembangunan Bandara Bali Utara diperkirakan menyerap 200 ribu tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung. Kehadirannya diyakini mendukung pertumbuhan pariwisata Bali Utara, memperluas pasar produk lokal, mempercepat distribusi pertanian, serta membuka peluang investasi baru di sektor transportasi, perhotelan, hingga ekonomi kreatif.

Konsep “Artport” Pertama di Dunia

Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko, menargetkan groundbreaking dapat dilakukan pada 2025 agar bandara bisa beroperasi di 2028.