Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Mengikuti alur pemikiran ini maka tanggungjawab tidak bisa dibebankan secara terbatas pada kendaraan rantis dan pimpinan yang ada di lokasi tetapi sebuah kekuatan ‘kecil’ di tengah situasi yang tidak normal. Karena itu kalau pelakunya dikerucutkan pada pribadi maka bukan pribadi pelaku di lapangan tetapi pemimpin besar. Sigit Listyo Prabowo mestinya menjadi orang yang secara tepat menjawab pertanyaan ini hal mana perlu menjadi bidikan tim etik polri. Singkatnya, bila Bripka Rohmat dianggap melaksanakan perintah atasannya (Kosmas), maka secara logis, Kosmas tidak menghentikan pertanyaan. Ia perlu melanjutnya pertanyaan hingga akhirnya bermuara akhir pada Kapolri.
Polisi Presisi?
Apa yang mesti dipelajari dari kasus demontrasi di Kamis 28/8? Bagaimana menilainya dari sembonyan Kapolri Sigit tentang polri yang merupakan singkatan dari PREdiktif, ReSponSIbilitas, dan Transparansi Berkeadilan?
Pertama, semboyan itu tidak sekadar abreviasi tetapi ia sangat mengena ketika dimaknai secara hurufiah pada arti sebenarnya. Presisi tidak akan dimaknaia terlepas dari akurasi. Presisi dalam sistem pengukuran dimaknai sebagai tingkat kedekatan pengukuran kuantitas terhadap nilai yang sebenarnya, Sementara itu presisi dimaknai sebagai reproduktivitas dan pengulangan di mana kejadian yang sama meski diulang beberapa kali tetap mendapatkan hasil yang sama.
