Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Kita perlu memperdalam pemahaman tentang penyebab DBD, dan saya menyampaikan terima kasih kepada PT. Takeda Indonesia atas dukungannya. Melalui forum ini, saya berharap para peserta, khususnya tenaga kesehatan, dapat memperkuat pemahaman tentang gejala klinis DBD, manajemen vektor yang aman dan berkelanjutan, tata laksana kasus, surveilans terintegrasi, kesiapsiagaan KLB, vaksinasi dengue, pemanfaatan teknologi Wolbachia, serta berbagai inovasi lainnya,” jelasnya.
Gubernur menekankan bahwa hasil dari seminar ini diharapkan dapat menghasilkan policy brief dan rekomendasi kebijakan yang menjadi acuan dalam peningkatan layanan pencegahan dan penanganan kasus DBD serta menurunkan angka kematian akibat DBD di Provinsi NTT.
“Seminar ini diharapkan mampu melahirkan aspek klinis dan strategi pencegahan DBD yang konkret, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang meningkatkan layanan kesehatan di masyarakat. Kita harus bersinergi mewujudkan NTT yang sehat, cerdas, maju, dan berkelanjutan. Mari bersama perangi DBD, Ayo Bangun NTT,” pungkas Gubernur.
Sementara itu, Ketua Panitia Agustin Manafe, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penelitian yang telah dilaksanakan di empat lokus di wilayah Kota Kupang, yaitu RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang, RS Siloam Kupang, RS S.K. Lerik dan Puskesmas Sikumana.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan