Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Surabaya, RakyatNTT.ID – Sudah memasuki 14 jam sejak tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali, namun sebanyak 30 orang masih dinyatakan hilang.
Tim SAR gabungan yang dipimpin oleh Basarnas terus memperluas area pencarian, melibatkan 15 kapal penyelamat yang dikerahkan hingga Kamis (3/7/2025).
Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, Nanang Sigit, penyisiran awal dilakukan pada radius 6 nautical mile dari titik tenggelam. Namun setelah ditemukannya beberapa korban di luar area tersebut, cakupan pencarian diperluas.
“Kapal tenggelam dalam kondisi penuh. Ada kemungkinan korban masih terjebak di dalam kapal,” jelas Nanang.
Tim SAR kini fokus pada evakuasi di permukaan air, sementara upaya penyelaman disiapkan untuk memeriksa lambung kapal yang membawa 53 penumpang, 12 ABK, dan 22 kendaraan berbagai jenis.
Basarnas juga meminta dukungan dari nelayan lokal dan kapal penyeberangan rute Ketapang–Gilimanuk untuk turut serta mengamati keberadaan korban di sekitar lokasi kejadian.
“Lalu lintas Selat Bali sangat padat. Kami minta semua yang melintas untuk melaporkan jika melihat tanda-tanda korban,” tegasnya.
Data sementara mencatat 23 korban berhasil diselamatkan dan 4 orang ditemukan meninggal dunia. Proses evakuasi akan terus dilakukan hingga seluruh penumpang ditemukan.
Cuaca Buruk Diduga Jadi Pemicu
Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divisi Humas Polri, menyebut bahwa faktor cuaca buruk menjadi penyebab utama tenggelamnya kapal tersebut. Saat kejadian, gelombang laut mencapai 2,5 meter dan kecepatan arus laut dua meter per detik, disertai angin hingga 9 knot.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan