So’E, RakyatNTT.ID – Penabulu–Oxfam bersama Yayasan CIS Timor Indonesia menggelar Simulasi Aktivasi Tindakan Aksi Merespons Peringatan Dini dan Respons Tanggap Darurat Banjir Bandang di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 27–29 Juli 2026.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Proyek Asia Community Transformation (ACT) Phase 2 ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, khususnya banjir bandang.

Simulasi tersebut menjadi implementasi komitmen Penabulu–Oxfam dalam membangun sistem kemanusiaan yang lebih efektif, berbasis bukti, akuntabel, dan dipimpin oleh aktor lokal melalui pendekatan Locally Led Humanitarian Action (LLHA).

Amanuban Selatan Dipilih karena Rawan Banjir Bandang

Kecamatan Amanuban Selatan dipilih sebagai lokasi simulasi karena menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang berulang kali dilanda bencana hidrometeorologi.

Banjir akibat meluapnya Sungai Noelmina dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Panite kerap mengakibatkan kerusakan infrastruktur, mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, mengisolasi permukiman, hingga memutus akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik.