Masih terkait degradasi, Hironimus mengatakan, selama ini tidak pernah ada peserta didik yang kembali bersekolah di SKO setelah didegradasi.

“Kalau Fernando dikembalikan ke SKO, tentu akan berdampak pada empat anak lainnya. Juga akan menimbulkan persoalan baru karena selama ini tidak pernah ada siswa yang kembali ke SKO setelah didegradasi,” ungkapnya.

Hironimus menambahkan, SKO mendapat subsidi dari pemerintah lewat APBD I sehingga banyak kemudahan yang didapat peserta didik. Oleh karena itu, SKO sangat adaptif dengan rencana-rencana besar Pemda.

Iklan

“NTT akan jadi tuan rumah PON 2028. Jadi SKO punya tanggung jawab mempersiapkan atlet terbaik untuk PON 2028. Atlet terbaik di SKO tentu telah melewati berbagai proses seleksi dan evaluasi,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambros Kodo yang dikonfirmasi media ini, mengaku sudah mendapat laporan dari Kepala SKO Flobamorata Kupang.

Menurut Ambros, SKO adalah tempat pembinaan bagi anak-anak berbakat yang tidak hanya berperan sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai atlet. Oleh karena itu, evaluasi peserta didik SKO tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga mencakup perkembangan latihan, dan variabel lainnya.