Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima audiensi dari Asprov PSSI NTT di ruang kerjanya. Pertemuan tersebut membahas secara mendalam arah masa depan sepak bola NTT serta persiapan provinsi sebagai tuan rumah PON 2028.
Dalam audiensi tersebut, Gubernur Melki didampingi Plt. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) serta sejumlah stafnya. Ketua Asprov PSSI NTT, Chris Mboeik, mengangkat pentingnya transformasi sepak bola menjadi industri yang produktif dan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Jika sepak bola dikelola secara profesional, bisa hasilkan PAD lewat tiket, parkir, hingga penjualan merchandise,” ujar Chris yang juga anggota DPRD NTT dari Fraksi NasDem.
Asprov PSSI juga menekankan dukungan untuk pelaksanaan Soeratin Cup U-13, U-15, U-17, Piala Pertiwi, Beach Soccer, serta Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC). Chris menilai kompetisi-kompetisi ini penting untuk pembinaan bibit pesepak bola lokal.
Gubernur Melki sepakat bahwa sepak bola harus didorong sebagai industri yang menguntungkan bagi semua pihak. “Euforianya sudah ada, tinggal atur teknis dan skema keuntungannya,” tegasnya.
Soal ETMC, Gubernur meminta agar kompetisi kembali digelar di Kabupaten Ende. Ia juga menugaskan Asprov untuk menyiapkan parameter kelayakan daerah penyelenggara. Menurutnya, penyelenggaraan ETMC setelah Tour de NTT akan memperkuat semangat olahraga masyarakat.
“Kalau Soeratin Cup mau dikemas dengan Piala Gubernur, boleh saja. Biar makin ramai,” tambah Gubernur.
Terkait PON 2028, Gubernur menegaskan kesiapan NTT menjadi tuan rumah dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia, termasuk milik perguruan tinggi. NTT ingin jadi contoh penyelenggaraan PON yang efisien dan berdampak langsung pada masyarakat. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan