Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Layanan Psikologi Terpadu (LPT) Universitas Nusa Cendana (Undana) mencetak sejarah baru di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menyelenggarakan Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi Psikolog untuk pertama kalinya di wilayah ini.
Kegiatan strategis ini berlangsung pada 25–26 Juni 2025, berlokasi di lantai 3 Gedung Rektorat Undana, dan terlaksana berkat kolaborasi antara LPT Undana dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Psikologi Indonesia.
“Komitmen kami adalah meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para psikolog serta konselor yang bernaung di LPT Undana,” tegas Ketua TUK Undana, Mariana Ikun R. D. Pareira, S.Psi., M.Psi.T., Psikolog.
Ujian Sertifikasi Psikolog Digelar Daring dan Luring
Sebanyak tujuh peserta mengikuti uji kompetensi dengan kombinasi metode daring dan luring. Pada hari pertama, empat asesi menjalani ujian, termasuk dua peserta dari luar NTT. Tiga lainnya menyusul pada hari kedua.
Proses ini terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran, pemilihan skema sertifikasi, pengumpulan portofolio, pra-asesmen, hingga asesmen akhir yang dilakukan oleh asesor profesional.
Tujuh Skema Sertifikasi Psikolog
LPT Undana menawarkan tujuh skema sertifikasi psikologi, antara lain:
- Asisten Psikolog
- Asisten Psikolog Forensik
- Perancang & Fasilitator Komunitas
- Konsultan Psikologi SDM
- Psikolog Industri dan Organisasi
- Psikolog Forensik
- Psikolog Sekolah
Langkah ini menunjukkan komitmen LPT Undana dalam mengakomodasi beragam bidang praktik psikologi sesuai kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
“Kami juga memfasilitasi pertemuan langsung antara asesi dan asesor untuk memastikan kesesuaian skema serta kesiapan asesmen,” tambah Mariana.
Meningkatkan Standar Profesionalisme Psikolog di NTT
Pelaksanaan uji kompetensi ini dinilai sangat penting untuk menjamin kualitas layanan psikologi, khususnya di wilayah NTT yang masih membutuhkan banyak praktisi psikolog tersertifikasi.
Melalui asesmen ini, peserta menunjukkan bukti kompetensi melalui portofolio, dan jika perlu, unjuk kerja secara langsung akan dilakukan untuk melengkapi proses asesmen.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi model uji kompetensi berkelanjutan di Indonesia Timur, sekaligus membuka peluang kolaborasi lanjutan antara Undana, LSP, dan institusi terkait. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan