Roma, RakyatNTT.ID Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) belum ingin terburu-buru menunjuk pengganti Luciano Spalletti sebagai pelatih tim nasional.

Presiden FIGC, Gabriele Gravina, menyebut pihaknya masih mempelajari situasi secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan final.

Spalletti resmi diberhentikan setelah Italia kalah telak 0-3 dari Norwegia dalam laga pembuka Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup I pekan lalu. Kekalahan itu langsung menempatkan Italia dalam posisi genting.

Iklan

Sementara Gli Azzurri kehilangan poin, Norwegia menyapu bersih tiga pertandingan dan mengoleksi sembilan poin. Kemenangan atas Estonia membuat mereka nyaman di puncak klasemen.

Ancaman Play-off Menghantui Italia

Hanya juara grup yang lolos otomatis ke putaran final, sementara posisi runner-up harus melalui babak play-off, sesuatu yang menjadi mimpi buruk bagi Italia.

Italia dua kali gagal lolos ke Piala Dunia secara beruntun karena tersingkir di fase play-off—situasi yang sangat ingin mereka hindari saat ini.

FIGC menyadari bahwa gagal ke Piala Dunia tiga edisi berturut-turut akan menjadi bencana besar, baik secara prestasi maupun reputasi internasional.

“Kami masih mempelajari situasinya. Belum ada kabar apapun,” ujar Gravina dikutip dari Football Italia, Kamis (12/6).

“Kami memiliki beberapa hari untuk berpikir dan akan memanfaatkan seluruh waktu yang ada,” tambahnya.

Ranieri Tolak, Opsi Makin Terbatas

Nama Claudio Ranieri sempat masuk dalam radar, namun pelatih veteran itu menolak tawaran tersebut. Hal ini mempersempit opsi FIGC untuk segera menunjuk pelatih baru.

Gravina menekankan pentingnya membangun proyek jangka panjang, bukan sekadar mencari solusi instan.

“Kami ingin tahu apakah ada proyek baru, bukan hanya sekadar nama,” ujarnya. (*/rnc)