Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jenewa, RakyatNTT.ID – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Scientific Advisory Group for the Origins of Novel Pathogens (SAGO), kembali merilis laporan penting terkait asal-usul virus SARS-CoV-2, penyebab pandemi global COVID-19. Panel independen berisi 27 pakar internasional multidisiplin ini menyatakan bahwa hingga kini belum ada cukup data untuk memastikan hipotesis mana yang paling tepat.
Menurut Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, semua hipotesis masih perlu dipertimbangkan, termasuk penularan dari hewan (zoonosis) dan kemungkinan kebocoran laboratorium.
“Kami terus mendorong China dan negara lainnya untuk berbagi informasi secara transparan demi mencegah pandemi di masa depan,” ujar Tedros dikutip dari laman resmi WHO, Senin (30/6/2025).
Mayoritas Bukti Mendukung Penularan dari Hewan
Ketua SAGO, Marietjie Venter, menegaskan bahwa mayoritas data ilmiah saat ini mendukung hipotesis penularan dari hewan ke manusia. Namun, SAGO mengakui belum mampu mengakses data penting yang diperlukan untuk mengevaluasi kemungkinan kebocoran laboratorium, meski permintaan informasi telah dikirim berulang kali ke pihak China.
“Tanpa data yang konkret, hipotesis kecelakaan laboratorium tidak dapat dibuktikan ataupun dihapus,” jelas Venter.
Tidak Ada Bukti Manipulasi Virus atau Penyebaran sebelum 2019
Venter juga menambahkan bahwa tidak ditemukan bukti ilmiah bahwa virus SARS-CoV-2 dimodifikasi secara genetik di laboratorium, ataupun bahwa penyebarannya terjadi sebelum Desember 2019 di luar wilayah China.
Proses Penyelidikan Masih Berlanjut
WHO menyatakan bahwa penyelidikan mengenai asal-usul COVID-19 belum berakhir, dan pihaknya tetap membuka diri terhadap setiap bukti ilmiah baru yang mungkin muncul di masa mendatang. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.