Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Harga minyak dunia melonjak lebih dari 9 persen usai Israel serang Iran. Harga minyak mencapai level tertinggi dalam hampir lima bulan.
Serangan Israel ke Iran meningkatkan ketegangan di Timur Tengah dan meningkatkan kekhawatiran terganggunya pasokan minyak dunia.
1. Harga Minyak Melonjak Tajam akibat Konflik
Harga minyak dunia mencatat lonjakan terbesar sejak invasi Rusia ke Ukraina tahun 2022. Pada Jumat (13/6/2025), harga minyak mentah Brent naik USD6,29 atau 9,07% ke level USD75,65 per barel, sempat menyentuh USD78,50 — level tertinggi sejak 27 Januari.
Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) juga melonjak USD6,43 atau 9,45%, menjadi USD74,47 per barel, setelah menyentuh USD77,62, tertinggi sejak 21 Januari.
Menurut Reuters, ini merupakan pergerakan intraday terbesar untuk kedua kontrak sejak 2022. Ketegangan geopolitik akibat serangan Israel ke Iran menjadi pemicu utama lonjakan mendadak ini.
2. Serangan Israel Targetkan Fasilitas Nuklir Iran
Pemerintah Israel menyatakan serangan pada hari Jumat menyasar fasilitas nuklir, pabrik rudal balistik, serta basis komando militer Iran. Operasi ini diklaim sebagai langkah awal dari kampanye jangka panjang untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.
Analis energi dari ING, Warren Patterson, mengatakan, “Hal ini meningkatkan ketidakpastian geopolitik secara signifikan dan pasar minyak harus memperhitungkan premi risiko yang lebih besar atas gangguan pasokan.”
3. Ancaman Gangguan Pasokan Minyak Global
Di tengah meningkatnya ketegangan, kekhawatiran pun mencuat terkait potensi terganggunya pasokan minyak dunia, khususnya dari kawasan Timur Tengah.
Beberapa pedagang minyak di Singapura menyebut pasar mulai berspekulasi tentang penutupan Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak global. Iran berpotensi membalas dengan menghambat pasokan hingga 20 juta barel per hari, jika eskalasi terus berlanjut.
Analis MST Marquee, Saul Kavonic, menyatakan bahwa serangan balasan bisa mencakup infrastruktur migas strategis di kawasan tersebut.
4. Pasar Saham Guncang, Emas dan Franc Swiss Menguat
Selain lonjakan harga minyak, pasar global ikut terguncang. Bursa saham Asia dibuka melemah, sementara investor beralih ke aset aman seperti emas dan franc Swiss.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memperingatkan bahwa Israel akan menerima “hukuman keras”. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa Washington tidak terlibat dan menyerukan agar Teheran tidak menyasar kepentingan AS.
Analis Phillip Nova, Priyanka Sachdeva, mengatakan Iran dalam status siaga penuh. Risiko gangguan dan penyebaran konflik ke negara penghasil minyak lain kini membesar. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan