Kenaikan imbal hasil obligasi dan data ekonomi Amerika yang solid menjadi pemicu derasnya arus keluar modal asing dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Analis memperkirakan bahwa tekanan terhadap rupiah masih bisa berlanjut, terutama jika data-data ekonomi AS terus menunjukkan penguatan dan ekspektasi kenaikan suku bunga tetap tinggi. Situasi ini menuntut perhatian serius dari otoritas moneter dan pelaku pasar domestik.