oleh: Robert Kadang

Berada 1.500 meter di atas permukaan laut (dpl), topografi Desa Kapan, Kecamatan Mollo Tengah di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), sangat bagus ditanami tanaman kopi. Baik varietas Coffea Arabica (rasa asam), pun jenis Robusta atau Coffea Canephora yang memunculkan rasa pahit. Persilangan (perpaduan) antara Arabica dan Robusta yang menghasilkan varietas Liberica, juga bisa dikembangkan di Kapan.

Makin tinggi topografi suatu daerah, maka makin baik untuk tanaman atau varietas kopi. Namun yang harus diperhatikan, pemilihan varietas sangat penting untuk kualitas dan keberlanjutan industri kopi itu sendiri. Komentar tersebut dilecutkan Fransiscus Go, pengusaha Timor yang sukses berkiprah di Jakarta. Kepada RakyatNTT.ID, Kamis (2/10/2025), Frans Go, sapaan akrabnya mengatakan, kopi Kapan bahkan sudah dikenal luas karena cita rasa dan aromanya yang khas.

Iklan

“Kopi Kapan di Soe memiliki cita rasa yang khas, dan sudah dikenal luas. Sangat potensial untuk dikembang. Jika digarap secara baik, maka kopi Kapan sungguh menjadikan dari sisi bisnis. Nilai tambahnya masih banyak yang bisa digali,” kata Frans Go usai melihat langsung perkebunan kopi warga di Kapan, baru-baru ini.

Kendati demikian, Frans Go mengingatkan para petani kopi di Kapan, agar tidak berhenti hanya pada penjualan biji mentah. “Petani kopi di Kapan harus didorong untuk masuk ke tahap pengolahan pasca panen yang baik. Misalnya, proses fermentasi, roasting hingga packaging yang menarik,” imbuhnya.