Jakarta, RakyatNTT.ID – Bahaya abu vulkanik ternyata tidak hanya mengancam kesehatan sistem pernapasan. Partikel-partikel halus yang terhirup juga berpotensi memengaruhi sistem peredaran darah dengan memicu peradangan pada dinding pembuluh darah.

Dokter Spesialis Pembuluh Darah, Jantung, dan Varises, dr. Vito Damay, mengingatkan bahwa abu vulkanik memiliki karakteristik berbeda dengan debu biasa. Partikel mikroskopis di dalamnya dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu respons inflamasi yang berdampak lebih luas terhadap tubuh.

Peringatan tersebut disampaikan dr. Vito melalui unggahan video di akun Instagram miliknya, sebagaimana dikutip pada Minggu (6/9/2026).

Iklan

“Partikel-partikel dari abu vulkanik itu bukan seperti debu biasa. Dia membuat kerusakan, injury, inflamasi atau peradangan pada pembuluh darah,” kata dr. Vito.

Abu Vulkanik Bisa Memengaruhi Pembuluh Darah

Menurut dr. Vito, partikel halus abu vulkanik yang masuk ke dalam tubuh dapat memicu proses peradangan. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena pembuluh darah memiliki peran penting dalam memasok darah dan oksigen ke berbagai organ tubuh.

Peradangan pada pembuluh darah juga berpotensi meningkatkan kecenderungan terbentuknya gumpalan darah atau memperburuk kondisi plak yang sudah terdapat di dalam pembuluh darah.