Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
So’E, RakyatNTT.ID – Ribuan masyarakat adat di wilayah konservasi Mutis menggelar aksi protes besar-besaran terhadap Kementerian Kehutanan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT).
Mereka menilai pemerintah sengaja membiarkan wisatawan masuk ke kawasan konservasi tanpa pengawasan ketat, sehingga memicu kerusakan hutan dan melecehkan kesakralan Gunung Mutis.
Aksi demonstrasi dipusatkan di Desa Fatumnasi, Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Massa yang hadir tidak hanya berasal dari TTS, tetapi juga dari komunitas adat di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Warga Resah: Sampah hingga Dugaan Pelanggaran Moral
Tokoh pemuda Fatumnasi, Niko Rihi, menyampaikan kekecewaan mendalam atas kondisi Mutis sejak ditetapkan sebagai Taman Nasional pada 2024.
“Kami menangis, resah, marah, dan cemas karena banyak pengunjung membuang sampah sembarangan. Sumber mata air penuh kotoran. Biaya masuk diambil BKSDA ke pusat, sementara kami hanya dapat sampah,” tegas Niko.
Menurutnya, mayoritas masyarakat Fatumnasi sejak awal menolak pengalihan status Cagar Alam Mutis menjadi Taman Nasional. Ia menuding proses deklarasi dilakukan tanpa sosialisasi memadai kepada masyarakat adat.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

