Jakarta, RakyatNTT.ID – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap pengurusan sengketa lahan di Depok, Jawa Barat, kembali mengguncang kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan sejumlah pihak, termasuk Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok), Bambang Setyawan. Penangkapan pimpinan pengadilan dalam perkara suap ini pun memantik keprihatinan luas, terutama dari kalangan akademisi dan pemerhati hukum.

Guru Besar Universitas Airlangga (Unair), Prof Henri Subiakto, menilai kasus ini seolah menjawab kegelisahan publik terkait banyaknya putusan pengadilan yang dinilai janggal dan jauh dari rasa keadilan.

Iklan

“Pantas putusan hakim-hakim di Pengadilan Negeri itu sering aneh-aneh, di luar logika keadilan dan bahkan bertentangan dengan ketentuan norma hukum yang seharusnya. Lha wong seperti ini kualitas dan moralitasnya,” tulis Henri melalui akun media sosial X miliknya, Minggu (8/2/2026).

Menurut Henri, persoalan yang terungkap melalui OTT KPK tersebut bukan sekadar pelanggaran individu, melainkan mencerminkan masalah serius pada kualitas sumber daya manusia dan integritas penegak hukum. Kondisi ini, katanya, berkontribusi langsung terhadap semakin menurunnya kepercayaan publik terhadap sistem hukum nasional.