Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Oelamasi, RakyatNTT.ID – Puluhan rumah warga di Dusun IV, Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang, kembali terendam banjir setiap kali hujan turun. Kondisi ini telah berlangsung lama dan diperparah oleh tidak adanya saluran resapan air yang memadai di wilayah tersebut.
Pantauan RakyatNTT.ID, Minggu (18/1/2025), menunjukkan pekarangan rumah warga di sepanjang Jalan Matani, tepatnya di RT 23, RT 22, dan RT 20, tergenang air. Genangan tersebut tidak hanya menutup halaman rumah, tetapi juga mengganggu aktivitas warga yang memanfaatkan pekarangan sebagai tempat usaha.
Air yang mengendap membuat tanah menjadi lunak dan berlumpur. Bahkan, genangan sering kali menimbulkan bau tidak sedap karena bercampur dengan limbah rumah tangga dan sampah.
Warga setempat menyebutkan, banjir terjadi sejak pembangunan jalan dan drainase yang dinilai tidak maksimal dalam menyerap aliran air hujan. Jalan yang dibangun justru berfungsi seperti tembok penahan, sehingga air hujan tertahan dan menggenangi halaman hingga teras rumah warga.
Salah satu warga, Piter Taebenu, mengungkapkan bahwa warga kesulitan mengalirkan air yang tergenang karena kerap memicu polemik antar tetangga. Selain itu, air hujan dari wilayah Dusun II Tuameko juga mengalir ke sejumlah RT di Dusun IV akibat minimnya fasilitas drainase.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

