Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Program tersebut secara khusus diarahkan pada bidang kesehatan sesuai kebutuhan dan arahan pemerintah daerah.
Bahas PJJ dan Rekognisi Pembelajaran Lampau
Untuk merespons kebutuhan tersebut, Undana dan Pemkab Ngada turut membahas kemungkinan penerapan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta kesiapan teknis penyelenggaraan PJJ.
Skema RPL dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengakomodasi pengalaman dan kompetensi yang telah dimiliki peserta dalam melanjutkan pendidikan formal sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, Undana menegaskan bahwa pengembangan program studi baru maupun kelas jarak jauh harus dilakukan dengan memperhatikan regulasi pendidikan tinggi.
Karena itu, diperlukan pembentukan tim kerja khusus atau task force untuk mempersiapkan aspek akademik, kelembagaan, teknis, dan regulasi.
Pengembangan program tersebut juga harus mengikuti ketentuan Direktorat Kelembagaan Dikti Saintek, dengan mempertimbangkan fleksibilitas skema Pascasarjana (PPS) Undana.
Finalisasi Kerja Sama
Melalui pertemuan koordinasi tersebut, Undana dan Pemkab Ngada sepakat untuk melanjutkan pembahasan ke tahap yang lebih konkret.
Kedua pihak akan memfinalisasi draf perjanjian kerja sama, menyusun usulan resmi program tematik desa, serta mematangkan rencana pengembangan pendidikan bagi ASN.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan