MALAKA, RakyatNTT.id – Tour de NTT 2026 Etape I Daratan Timor resmi dimulai dari Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (4/11/2026).

Kegiatan yang melibatkan sekitar 1.200 peserta ini tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial, promosi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelayanan kesehatan, edukasi transaksi digital, serta aksi peduli lingkungan.

Ketua Panitia Tour de NTT 2026 Etape I Daratan Timor, Stanislaus Moat, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk menggerakkan potensi ekonomi daerah sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.

Dalam laporannya, Stanislaus menjelaskan bahwa Tour de NTT 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi NTT.

“Selain untuk menyambut HUT NTT yang ke-68, kegiatan ini juga bermaksud sebagai wadah kolaborasi untuk menggeliatkan potensi perekonomian daerah serta mempererat kebersamaan masyarakat,” jelas Stanislaus.

Pada Etape I Daratan Timor, sekitar 1.200 peserta menempuh perjalanan sejauh 15 kilometer, dimulai dari Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, menuju titik finis di Kantor Camat Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.

Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SD, SMP, SMA/SMK, aparatur sipil negara (ASN) pemerintah provinsi dan kabupaten, komunitas olahraga, hingga atlet.

Peserta Lakukan Aksi Sosial Sepanjang Rute

Menariknya, Tour de NTT 2026 tidak hanya berfokus pada aktivitas olahraga. Panitia juga membagi peserta ke dalam sejumlah kelompok untuk melaksanakan aksi sosial di berbagai lokasi sepanjang rute perjalanan.

Kegiatan tersebut mencakup kunjungan ke rumah warga yang tidak layak huni dan direncanakan untuk mendapatkan bantuan bedah rumah, sekolah, tempat ibadah, serta sejumlah titik kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Menurut Stanislaus, pendekatan ini diharapkan membuat kehadiran Tour de NTT memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang berada di sepanjang jalur kegiatan.

Selain aksi sosial, panitia juga menyiapkan sejumlah layanan dan kegiatan pemberdayaan masyarakat di lokasi finis.

“Di titik finis, panitia menyiapkan pojok promosi UMKM, Bank NTT Corner untuk edukasi dan transaksi digital, pemeriksaan kesehatan, pelayanan Samsat Keliling, serta penanaman 15 bibit tanaman sebagai bagian dari aksi peduli lingkungan,” ungkapnya.

Kehadiran pojok promosi UMKM diharapkan membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada peserta dan masyarakat yang hadir.

Sementara itu, Bank NTT Corner menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pemanfaatan layanan dan transaksi keuangan digital.

Panitia Siapkan Pos Kesehatan dan Pengamanan

Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, panitia telah menyiapkan tiga pos kesehatan dan enam titik penyediaan air minum di sepanjang rute perjalanan.

Pengamanan kegiatan melibatkan sejumlah unsur, yakni kepolisian, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Dinas Kesehatan dari Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu.

Stanislaus berharap Tour de NTT 2026 Etape I tidak hanya mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga menjadi sarana menghadirkan manfaat nyata melalui kegiatan sosial, promosi produk lokal, peningkatan akses pelayanan publik, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami berharap, Tour de NTT 2026 Etape I tidak hanya mendorong pola hidup sehat, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksi sosial, promosi produk lokal, peningkatan akses pelayanan publik, dan kepedulian terhadap lingkungan,” tandasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi NTT diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (rnc)