Kalabahi, RakyatNTT.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Alor, Melky Belly, S.Sos., M.Si., mengajak generasi muda menjaga persatuan dan persaudaraan di tengah keberagaman organisasi, latar belakang, maupun pandangan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Melky saat mewakili Pemerintah Kabupaten Alor membuka Turnamen Bola Voli Ora Et Labora Cup II GAMKI Alor Tahun 2026 di Lapangan Mini Kalabahi, Senin (2/11/2026) sore.

Melky memberikan apresiasi kepada Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Alor yang kembali menggelar turnamen tersebut untuk kedua kalinya. Kompetisi ini melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan melalui klub-klub yang ikut ambil bagian.

Menurut Melky, Ora Et Labora Cup II GAMKI Alor tidak sekadar menjadi arena untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, turnamen tersebut harus menjadi ruang perjumpaan untuk mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat persatuan antargenerasi muda di Kabupaten Alor.

Ia menilai olahraga memiliki kekuatan untuk mempertemukan berbagai perbedaan. Para pemuda dapat belajar menghargai perbedaan organisasi, latar belakang dan pandangan tanpa kehilangan semangat kebersamaan.

Sekda Alor Ingatkan Filosofi Persaudaraan Orang Alor

Melky juga mengingatkan generasi muda untuk terus menjaga nilai persaudaraan yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Alor.

Nilai tersebut tercermin dalam filosofi “Titeng Kaka Aring, Taramiti Tominuku” yang menggambarkan kuatnya ikatan persaudaraan masyarakat Alor.

“Orang Alor ini kan basudara. Sebagai generasi muda, kita wajib melestarikan semangat persaudaraan itu. Jadikan lapangan voli ini sebagai tempat memperkuat semangat tersebut,” pesan Melky.

Ia berharap semangat persaudaraan tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk ketika masyarakat menghadapi perbedaan pilihan, organisasi maupun kepentingan.

Bola Voli jadi Miniatur Kehidupan Bermasyarakat

Dalam sambutannya, Melky mengibaratkan permainan bola voli sebagai miniatur kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, berbagai aturan dalam permainan memiliki nilai filosofis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sosial.

Ia mencontohkan net yang menjadi batas antara dua tim. Menurutnya, keberadaan net menunjukkan bahwa perbedaan merupakan sesuatu yang harus dihormati, bukan dijadikan alasan untuk bermusuhan.

Setiap pihak harus memahami batas dan aturan yang berlaku tanpa membangun sekat permusuhan.

Proses mengoper bola sebelum melakukan serangan juga memiliki makna tersendiri. Menurut Melky, hal tersebut mengajarkan pentingnya mengolah informasi, menyusun strategi dan mengambil keputusan secara tepat, bukan bertindak secara spontan.

Sementara itu, rotasi pemain menggambarkan bahwa kepemimpinan dan tanggung jawab tidak boleh hanya bertumpu pada satu orang. Setiap individu memiliki peran dan kontribusi bagi keberhasilan bersama serta harus mampu beradaptasi terhadap perubahan.

“Keberhasilan membutuhkan kerja sama, setiap orang memiliki peran, aturan harus ditaati, dan persaingan harus tetap berada dalam bingkai persaudaraan,” ungkapnya.

GAMKI Didorong jadi Mitra Strategis Pemerintah

Melky juga menyampaikan terima kasih kepada GAMKI Alor yang selama ini turut mengambil bagian dalam pembangunan generasi muda yang berkarakter dan berintegritas.

Ia menilai keterlibatan organisasi kepemudaan seperti GAMKI penting dalam mendorong kepedulian generasi muda terhadap berbagai persoalan sosial di daerah.

Karena itu, Melky berharap GAMKI terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Alor dalam menjaga kerukunan, memperkuat persatuan serta mendorong kemajuan daerah.

Peserta Diminta Junjung Sportivitas

Kepada seluruh klub yang mengikuti turnamen, Melky berpesan agar kompetisi dijalani dengan penuh semangat, disiplin dan menjunjung tinggi sportivitas.

Menurutnya, keberhasilan sebuah turnamen tidak hanya ditentukan oleh siapa yang keluar sebagai juara. Hal yang tidak kalah penting adalah kemampuan setiap peserta untuk menghargai lawan, menerima kekalahan dan tetap menjaga persaudaraan.

Melky juga mengingatkan pemain dan pendukung untuk menghindari tindakan yang berpotensi memicu konflik selama turnamen berlangsung.

Ia berharap Ora Et Labora Cup II GAMKI Alor dapat menjadi momentum memperkuat persaudaraan generasi muda sekaligus membangun budaya olahraga yang sehat di Kabupaten Alor.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Forkopimda Kabupaten Alor, Rektor Untrib, Ketua Komisi III DPRD Alor Ernest Mokoni, Tokoh Muda Alor Nur Kaltim Laovo serta sejumlah undangan lainnya. (rnc)