KUPANG, RakyatNTT.id – Tokoh nasional asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Franciscus Xaverius Seda atau Frans Seda, resmi ditetapkan sebagai penerima gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Penganugerahan gelar kehormatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 10 November 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional.

Penetapan Frans Seda sebagai Pahlawan Nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat NTT. Pemerintah Provinsi NTT pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto serta pemerintah pusat atas pengakuan negara terhadap jasa dan pengabdian putra terbaik asal Kabupaten Sikka tersebut.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Frans Seda merupakan bentuk penghormatan negara atas kontribusi besar almarhum dalam perjalanan sejarah dan pembangunan bangsa Indonesia.

Iklan

Menurut Melki, Frans Seda merupakan salah satu tokoh penting asal NTT yang telah memberikan sumbangsih besar bagi bangsa dan negara, mulai dari era pemerintahan Presiden Soekarno hingga Presiden Soeharto.

“Pemerintah Provinsi NTT mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah pusat yang telah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh bangsa asal Sikka, NTT, Frans Seda,” ujar Melki, Sabtu (7/11/2026).

Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Frans Seda dan masyarakat Kabupaten Sikka, melainkan juga seluruh masyarakat NTT.

Dengan penganugerahan tersebut, NTT kini memiliki dua tokoh yang menyandang gelar Pahlawan Nasional, yakni Prof. Dr. W.Z. Johannes dan Frans Seda.

Melki berharap, kehadiran Frans Seda sebagai Pahlawan Nasional semakin memperkaya figur keteladanan bagi masyarakat, terutama generasi muda dan para pemimpin di NTT maupun Indonesia.

“Tentu dengan penganugerahan gelar pahlawan ini, masyarakat NTT memiliki tambahan tokoh teladan. Setelah W.Z. Johannes, kini Pak Frans Seda juga menjadi inspirasi dan contoh bagi seluruh pemimpin di Indonesia, khususnya kami di NTT dan masyarakat luas,” ungkapnya.

Ia juga berharap nilai-nilai perjuangan, integritas, serta pengabdian Frans Seda dapat terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Melki menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pengusulan hingga penetapan Frans Seda sebagai Pahlawan Nasional.

Apresiasi secara khusus diberikan kepada keluarga Frans Seda, Pemerintah Kabupaten Sikka, masyarakat Sikka, Kementerian Sosial, serta berbagai pihak di Jakarta yang telah mendukung proses tersebut.

Kemensos Terbitkan Surat Penganugerahan

Kepastian penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Frans Seda tertuang dalam surat Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Nomor 1932/5.5/PB.06.00/11/2026.

Surat tertanggal 5 November 2026 tersebut merujuk pada surat Sekretaris Militer Presiden Kementerian Sekretariat Negara RI Nomor 17/KSN/SM/GT.03.00/11/2026, tertanggal 5 November 2026.

Dalam surat itu disampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum Drs. Franciscus Xaverius Seda pada Selasa, 10 November 2026.

Kementerian Sosial juga meminta Dinas Sosial Provinsi NTT menyiapkan satu orang ahli waris dan satu orang pendamping ahli waris untuk menghadiri upacara penganugerahan di Jakarta.

Keduanya dijadwalkan telah tiba di Jakarta pada Minggu, 8 November 2026, guna mengikuti seluruh rangkaian kegiatan penganugerahan.

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Frans Seda menjadi momentum bersejarah bagi NTT. Penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat atas jasa, perjuangan, dan pengabdian seorang putra daerah yang telah mengambil bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. (*/rnc)