Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambolaka, RakyatNTT.ID – Mimpi besar seorang pesepak bola bisa saja berawal dari lapangan sederhana di kampung halaman. Dari tempat seperti itulah, harapan untuk membawa nama daerah ke panggung yang lebih tinggi mulai tumbuh.
Semangat tersebut menjadi salah satu pesan dalam penutupan Turnamen Sepak Bola Mamoli Cup 2026 yang berlangsung di Lapangan Alun-Alun Tambolaka, tepat di depan Rumah Jabatan Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Sabtu (31/10/2026).
Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, secara resmi menutup turnamen tersebut sekaligus menyerahkan trofi dan hadiah kepada tim yang berhasil meraih prestasi.
PS Loura berhasil keluar sebagai juara pertama setelah menghadapi Mitra Persada dalam pertandingan final. Sementara Mitra Persada menempati posisi juara kedua.
Dalam sambutannya, Ratu Wulla menyampaikan ucapan selamat kepada kedua tim.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang telah berjuang menunjukkan kemampuan terbaik serta menjaga sportivitas selama turnamen berlangsung.
Namun, bagi Bupati, keberhasilan Mamoli Cup tidak hanya diukur dari siapa yang mengangkat trofi dan siapa yang harus menerima kekalahan.
Lebih dari itu, turnamen tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar tentang perjuangan, kedisiplinan, kebersamaan, dan arti sebuah persaudaraan.
Ia berharap Mamoli Cup tidak berhenti sebagai kegiatan olahraga tahunan, tetapi terus menjadi wadah untuk menemukan dan mengembangkan talenta-talenta muda sepak bola di Sumba Barat Daya.
“Saya berharap Mamoli Cup terus dilaksanakan agar bisa melahirkan bibit-bibit pesepak bola potensial dari Sumba Barat Daya yang mampu berprestasi hingga tingkat regional maupun nasional,” demikian harapan Ratu Wulla.
Menurut dia, setiap pemain memiliki kesempatan untuk berkembang. Karena itu, pembinaan melalui kompetisi seperti Mamoli Cup perlu terus didukung agar kemampuan generasi muda semakin terasah.
Ratu Wulla juga menyampaikan penghargaan kepada panitia penyelenggara, sponsor, aparat keamanan, serta masyarakat yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan turnamen tersebut.
Berkat dukungan berbagai pihak, Mamoli Cup 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga pertandingan terakhir.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh pemain, pendukung tim, dan masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, persaudaraan, serta kedamaian.
Sebab, kemenangan dalam pertandingan bukanlah satu-satunya hal yang perlu dibawa pulang. Nilai sportivitas, rasa saling menghargai, dan persahabatan juga menjadi bagian penting dari sebuah kompetisi.
Penutupan Mamoli Cup 2026 berlangsung meriah dan diakhiri dengan penyerahan hadiah serta foto bersama Bupati Ratu Wulla, para juara, dan ofisial tim.
Pada akhirnya, mungkin tidak semua pemain pulang membawa trofi. Namun, setiap pemain membawa pengalaman, setiap tim menyimpan cerita perjuangan, dan setiap pertandingan meninggalkan harapan.
Dari Lapangan Tambolaka, sepak bola Sumba Barat Daya diharapkan terus tumbuh. Sebab, siapa tahu, dari lapangan inilah kelak lahir pemain-pemain hebat yang membawa kebanggaan bagi tanah Sumba. (rnc29)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan