Ia menjelaskan, pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi NTT, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, dan pemangku kepentingan lainnya turut membahas kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan gempa susulan.

Pembahasan tersebut mencakup kesiapan logistik, dukungan alat berat, serta kebutuhan lain yang diperlukan agar penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan terukur.

BMKG Catat 682 Gempa Susulan di Wilayah Sumba

Gempa utama yang mengguncang wilayah pantai barat daya Sumba Barat Daya terjadi pada Minggu, 4 Oktober 2026, pukul 05.55.52 WIB. Berdasarkan informasi BMKG, kekuatan gempa yang semula dilaporkan bermagnitudo 6,1 kemudian diperbarui menjadi magnitudo 5,9.

Pusat gempa berada di laut, sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya. Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, sebelumnya menjelaskan bahwa guncangan dirasakan dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah.

Wilayah Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi di Kabupaten Sumba Barat Daya merasakan guncangan pada skala VI MMI. Sementara itu, Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, dan Raba merasakan guncangan pada skala IV MMI, sedangkan Kota Bima pada skala III MMI.