Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kelompok tani mulai melakukan penyemaian bibit cabai dan tomat sebagai bagian dari penerapan sistem pertanian terpadu atau mixed cropping.
Tanaman tersebut nantinya diarahkan untuk memanfaatkan pupuk vermikompos yang dihasilkan dari budidaya cacing.
Model ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan pekarangan sekaligus menciptakan diversifikasi hasil pertanian.
Jika berjalan optimal, sistem tersebut dapat membentuk rantai produksi terpadu: limbah ternak menjadi media cacing, cacing menghasilkan biomassa dan vermikompos, sementara vermikompos kembali digunakan untuk mendukung produksi hortikultura.
Pendampingan Berlangsung Selama Satu Tahun
Program PkM ini telah melalui tahapan yang disusun secara bertahap.
Koordinasi awal dilakukan pada 15 April 2026, dilanjutkan persiapan media pada 10–17 Mei 2026. Penebaran kokon cacing dilakukan pada 26 Mei 2026, sementara sosialisasi dan uji coba mesin dilaksanakan pada 4 September 2026.
Tim pengabdi terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan biomassa cacing serta kualitas pelet yang diproduksi kelompok.
Pendampingan berikutnya akan difokuskan pada pemantauan berkala, terutama untuk memastikan hilirisasi tepung cacing dan pemanfaatan vermikompos dapat berjalan secara optimal dan konsisten.
Oesusu Diproyeksikan jadi Desa Produk Unggulan
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Undana untuk mendorong petani milenial agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan sistem produksi berbasis potensi lokal.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan