Selanjutnya, biomassa cacing dapat diarahkan sebagai bahan alternatif pakan, sementara vermikompos digunakan untuk meningkatkan kualitas media tanam.

Pola tersebut menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa. Limbah tidak lagi dipandang sebagai produk buangan, tetapi diolah menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomi.

Bagi petani milenial, sistem tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis sumber daya lokal.

Iklan

Mesin Produksi Pakan Mulai Diuji

Untuk mendukung kemandirian produksi pakan, tim Undana juga memfasilitasi pengadaan dan instalasi mesin produksi dengan pendampingan teknisi Politani Kupang.

Peralatan yang diuji terdiri dari mesin penepung berdaya 6,5 HP dan mesin pencetak pelet berdaya 8 HP.

Dalam uji fungsi di lapangan, mesin penepung mampu mengolah bonggol jagung kering menjadi tepung. Sementara mesin pencetak pelet mampu menghasilkan pakan berbentuk pelet dengan diameter 4–6 milimeter.

Kehadiran mesin tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem produksi pakan secara mandiri di tingkat kelompok tani.

Dengan dukungan teknologi, bahan baku lokal dapat diproses menjadi produk pakan yang lebih siap digunakan untuk kebutuhan peternakan ayam KUB maupun pengembangan sektor perikanan lele.

Cabai dan Tomat Dipadukan dengan Vermikompos

Program PkM Undana juga mengintegrasikan budidaya cacing dengan sektor hortikultura.