Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Salah satu fokus utama adalah mengolah bonggol jagung yang selama ini menjadi limbah pertanian menjadi bahan baku pakan ternak. Inovasi tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan peternak terhadap pakan pabrikan yang relatif mahal.
Harga pakan pabrikan disebut mencapai sekitar Rp455.000 per sak berisi 50 kilogram, sementara harga jagung pipil berada di kisaran Rp8.000 per kilogram.
Melalui teknologi penepungan, fermentasi dan formulasi ransum berbasis bahan lokal, limbah bonggol jagung dapat dimanfaatkan menjadi bagian dari bahan pakan ternak.
Untuk mendukung proses produksi, tim PKM Undana menyerahkan sekaligus memasang dua unit mesin di lokasi mitra.
Mesin pertama berupa mesin penepung dengan kapasitas 80–100 kilogram per jam dan daya 6,5 HP. Sementara mesin pencetak pelet memiliki kapasitas 100–120 kilogram per jam dengan daya 8 HP.
Uji coba mesin yang dilakukan pada 6 September 2026 menunjukkan peralatan tersebut mampu mengolah bonggol jagung menjadi tepung dan pelet pakan berukuran 4–6 milimeter.
Dalam praktik pengolahan, tim Undana memperagakan tiga siklus awal produksi pelet ternak dengan memasukkan sekitar 10 persen tepung bonggol jagung terfermentasi ke dalam formulasi pakan ayam KUB.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan