Tambolaka, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menyiapkan lahan dan petani untuk mendukung program energi terbarukan berbasis bioetanol yang menggunakan bahan baku jagung dan ubi kayu.

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST, mengatakan, pemerintah pusat memberikan kepercayaan kepada SBD untuk menjadi salah satu daerah pendukung kedaulatan energi nasional melalui pengembangan bahan baku bioetanol.

Hal itu disampaikan Ratu Wulla saat membuka rapat koordinasi gerakan tanam jagung dan ubi kayu untuk mendukung program energi terbarukan di Ro’o Luwa Cafe dan Resto, Desa Weelonda, Kecamatan Kota Tambolaka, Rabu (7/10/2026).

Iklan

Menurut Ratu Wulla, rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan dan koordinasi dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia di Jakarta pada 21 September 2026.

Pertemuan itu membahas peluang strategis bagi Kabupaten SBD untuk terlibat dalam pengembangan energi terbarukan berbasis bioetanol.

“Pemerintah pusat memberikan kepercayaan kepada SBD untuk menjadi salah satu pilar pendukung kedaulatan energi nasional,” kata Ratu Wulla dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, jagung dan ubi kayu selama ini menjadi komoditas penting bagi ketahanan pangan masyarakat. Ke depan, kedua komoditas tersebut juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan bahan baku industri energi terbarukan.

Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan kesiapan lahan dan petani agar program tersebut dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan produksi.

Ratu Wulla menekankan pentingnya pemetaan lahan, pendataan kesiapan petani, serta pendampingan teknis kepada kelompok tani.

Pendampingan diperlukan agar hasil pertanian yang dihasilkan memenuhi standar dan kualifikasi industri bioetanol.

Selain itu, ia meminta adanya sinergi lintas sektor, termasuk dukungan jajaran TNI dan Polri, untuk membantu kelancaran pelaksanaan program di lapangan.

Menurut dia, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari peningkatan produksi pertanian, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pengembangan jagung dan ubi kayu untuk bahan baku bioetanol diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani, membuka lapangan kerja baru, serta menggerakkan perekonomian masyarakat di Kabupaten SBD.

Ratu Wulla juga menyoroti potensi komoditas lokal lain, yakni jambu mete. Selama ini, masyarakat umumnya memanfaatkan kacang mete, sedangkan buahnya kerap terbuang dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Ia berharap potensi komoditas lokal tersebut dapat menjadi perhatian dalam pengembangan sektor pertanian dan energi terbarukan di daerah.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Kapolres SBD, Dandim 1629/SBD, Sekretaris Daerah Kabupaten SBD, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, kepala desa, kepala tim kerja, serta tim kerja penyuluh dan koordinator penyuluh se-Kabupaten SBD.

Ratu Wulla mengajak seluruh pemangku kepentingan menyamakan persepsi dan memperkuat kerja sama agar gerakan tanam jagung dan ubi kayu dapat terlaksana dengan baik.

Ia berharap program tersebut menjadi peluang bagi SBD untuk mengembangkan sektor pertanian sekaligus berkontribusi terhadap agenda nasional dalam pengembangan energi bersih dan terbarukan. (rnc29)