Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ketiga, penegakan hukum diminta mengoptimalkan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Penindakan manual hanya dilakukan terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan dan tidak tercakup ETLE.
Keempat, Polri diminta memperkuat sinergi dengan TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Satpol PP serta seluruh pemangku kepentingan.
Kelima, keselamatan personel harus menjadi perhatian dengan pelaksanaan tugas sesuai SOP dan mempertimbangkan kondisi cuaca di wilayah NTT.
Keenam, seluruh Kapolres jajaran Polda NTT diperintahkan melakukan analisis dan evaluasi harian untuk memastikan operasi berjalan sesuai sasaran.
Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan Operasi Patuh Turangga tidak hanya diukur dari jumlah pelanggar yang ditindak, tetapi juga dari kemampuan aparat mencegah pelanggaran dan mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih tertib.
Kapolres TTS Bagikan Helm SNI
Apel gelar pasukan ditandai dengan penyematan pita operasi sebagai simbol dimulainya Operasi Patuh Turangga 2026.
Setelah apel, Kapolres TTS menyerahkan helm berstandar SNI secara simbolis kepada perwakilan komunitas ojek online, wartawan dan siswi SMA.
Pembagian helm tersebut menjadi bagian dari pesan edukasi keselamatan berlalu lintas. Penggunaan perlengkapan berkendara sesuai standar dinilai sebagai salah satu langkah sederhana namun penting untuk mengurangi risiko fatal ketika terjadi kecelakaan.
Operasi Libatkan TNI dan Sejumlah Instansi
Apel gelar pasukan turut dihadiri unsur Forkopimda TTS, di antaranya Penjabat Sekda TTS, Ketua DPRD TTS, Dandim 1621 TTS, Danyon TP 929/MMM, Ketua Pengadilan Negeri SoE, perwakilan Kejaksaan Negeri TTS dan Wakapolres TTS.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan