Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Mataram, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menorehkan prestasi di tingkat regional Bali-Nusa Tenggara (Bali-Nusra). Tim mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana, berhasil meraih Juara 3 atau 3rd Place dalam ajang Debate Competition AVEL (Action of Economic Development) 2026 yang diselenggarakan Universitas Mataram di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 23–24 Oktober 2026.
Tim FEB Undana terdiri dari Ireneus Jeason Putra Elvanda sebagai pembicara pertama, Daniel Gerlano Ason sebagai pembicara kedua, dan Jeremy Hardimas Sardy sebagai pembicara ketiga. Ketiganya merupakan mahasiswa lintas angkatan yang berkompetisi membawa nama Undana di panggung debat regional.
Dalam kompetisi tersebut, tim Undana berhasil menembus tiga besar setelah bersaing dengan 10 tim yang mewakili empat perguruan tinggi di kawasan Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Capaian ini menunjukkan kemampuan mahasiswa Undana dalam menyusun argumentasi, menganalisis persoalan sosial-ekonomi, serta menyampaikan gagasan secara terstruktur di hadapan peserta dan juri.
Selain menjadi kebanggaan bagi kampus, prestasi tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum, memperluas jejaring akademik, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi kompetisi tingkat regional.
Mahasiswa Undana Adu Argumentasi tentang Korporasi dan Kebijakan Publik
Perjalanan tim FEB Undana menuju posisi tiga besar diwarnai perdebatan mengenai sejumlah isu sosial-ekonomi strategis.
Pada babak penyisihan ronde ketiga, peserta menghadapi mosi tentang wacana pemilihan CEO perusahaan besar, seperti Amazon dan Nike, secara langsung oleh para pekerja.
Dalam mosi tersebut, tim Undana menyampaikan argumentasi mengenai perlindungan hak buruh, akuntabilitas kepemimpinan perusahaan, serta pentingnya kebijakan korporasi yang memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan pekerja.
Pembicara pertama tim, Ireneus Jeason Putra Elvanda, menilai keterlibatan pekerja dalam menentukan kepemimpinan perusahaan dapat mendorong tata kelola korporasi yang lebih bertanggung jawab.
“Jika buruh memiliki hak pilih terhadap CEO, pimpinan korporasi akan terdorong merumuskan kebijakan yang lebih akuntabel, manusiawi, dan memperhatikan keselamatan kerja,” tegas Ireneus.
Tantangan berikutnya dihadapi pada babak semifinal melalui mosi mengenai prioritas pembangunan perumahan umum bagi masyarakat dibandingkan penjualan lahan kepada pihak swasta.
Dalam perdebatan tersebut, tim Undana menekankan pentingnya akses terhadap hunian yang terjangkau sebagai bagian dari tanggung jawab negara untuk mendorong pemerataan ekonomi dan mewujudkan keadilan sosial.
Argumentasi yang disusun secara sistematis serta penyampaian yang terstruktur mengantarkan tim Undana bersaing hingga babak semifinal dan mengamankan posisi tiga besar dalam kompetisi tersebut.
Persiapan Dua Bulan dan Pendampingan Dosen
Prestasi mahasiswa FEB Undana dalam AVEL 2026 tidak terlepas dari persiapan yang dilakukan selama kurang lebih dua bulan.
Selama masa latihan, tim menjalani berbagai tahapan, mulai dari pembentukan formasi pembicara, pemahaman mekanisme ASEAN Parliamentary System, penyusunan bank materi atau matter building, hingga simulasi debat melalui sesi sparring.
Persiapan tersebut dilakukan secara disiplin dengan tetap memperhatikan kewajiban akademik masing-masing anggota tim.
Pembicara ketiga, Jeremy Hardimas Sardy, menjelaskan bahwa manajemen waktu menjadi salah satu kunci dalam menjalani proses latihan dan menyelesaikan tanggung jawab perkuliahan secara bersamaan.
“Kami menyelesaikan dulu seluruh tugas kuliah, lalu memanfaatkan sisa waktu untuk simulasi debat dan matter building,” ungkap Jeremy.
Proses persiapan tim juga mendapat pendampingan dari dua dosen FEB Undana, yakni Antonio Eli Lomi Nyoko, S.T., M.MT., dan Yuri Sandra Faah, S.Sos., M.M.
Keduanya memberikan arahan dan evaluasi materi secara berkelanjutan untuk membantu mahasiswa mempertajam argumentasi, memperkuat substansi pembahasan, dan meningkatkan kesiapan menghadapi kompetisi.
Prestasi Debat Jadi Motivasi bagi Mahasiswa Undana
Keberhasilan meraih Juara 3 Debate Competition AVEL 2026 menjadi salah satu pencapaian mahasiswa FEB Undana dalam pengembangan kemampuan penalaran dan komunikasi akademik.
Kompetisi debat tidak hanya menuntut penguasaan materi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, merespons argumen lawan, membangun kerja sama tim, serta menyampaikan pendapat berdasarkan analisis yang kuat.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa Undana lainnya untuk berpartisipasi dalam berbagai kompetisi akademik dan nonakademik, baik di tingkat regional maupun nasional.
Jeremy Hardimas Sardy juga mengajak mahasiswa untuk tidak menjadikan keterbatasan pengalaman sebagai alasan untuk menghindari kesempatan baru.
“Jangan pernah takut memulai hanya karena merasa belum berpengalaman, karena proses belajar sesungguhnya dimulai saat kita berani mencoba,” tuturnya.
Prestasi tim Manajemen FEB Undana di AVEL 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus mengembangkan potensi, memperluas wawasan, dan meningkatkan daya saing mahasiswa melalui kegiatan akademik yang kompetitif.
Dengan raihan tersebut, mahasiswa Undana kembali menunjukkan partisipasi aktif dalam kompetisi penalaran tingkat Bali-Nusra sekaligus memperkuat semangat berprestasi di lingkungan perguruan tinggi Nusa Tenggara Timur. (*/rnc)






WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan