Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sebaran kabut asap kini telah mencakup wilayah Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua hingga NTT.
Di NTT, salah satu bandara yang terdampak adalah Bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende. Kondisi jarak pandang yang menurun menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam operasional penerbangan.
Sementara itu, sejumlah bandara lain yang turut terdampak antara lain Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, Supadio Pontianak, Mutiara SIS Al-Jufrie Palu, Sultan Babullah Ternate, Pattimura Ambon, Mozes Kilangin Timika dan Rendani Manokwari.
Di Sumatera, dampak kabut asap juga terpantau di Bandara Sultan Thaha Jambi dan Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Jarak Pandang jadi Faktor Keselamatan Penerbangan
Kabut asap dapat menurunkan jarak pandang di sekitar bandara. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu proses lepas landas, pendaratan hingga pergerakan pesawat di area bandara.
Gangguan jarak pandang juga dapat menyebabkan perubahan jadwal penerbangan, keterlambatan, pengalihan rute hingga pembatalan penerbangan.
Kemenhub menegaskan bahwa setiap penyesuaian operasional dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan penerbangan.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara meminta seluruh pengelola bandara di wilayah terdampak meningkatkan kesiapsiagaan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan