Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Rudolf menegaskan DPRD akan terus mendorong pemerintah agar pemerataan listrik tidak hanya berhenti di tingkat desa, tetapi juga menjangkau dusun dan kampung yang masih terisolir.
“Kita dorong betul pemerintah, sehingga jaringan listrik di tiap desa, di tiap kecamatan, di tiap dusun, kampung yang terisolir dari jaringan listrik ya bisa terpenuhi,” tegasnya.
Rudolf menambahkan, perluasan jaringan listrik harus dibarengi dengan penyediaan sambungan listrik ke rumah warga.
Menurut dia, pembangunan jaringan baru tidak akan cukup jika masyarakat tidak mampu mendapatkan meteran listrik untuk menyambungkan listrik ke rumah masing-masing.
Karena itu, pemerintah daerah dan DPRD perlu berkomunikasi dengan PLN untuk mencari solusi, termasuk kemungkinan penyediaan meteran gratis bagi masyarakat.
“Dengan cara pemerintah bersama DPRD untuk melakukan komunikasi-komunikasi dengan PLN. Ya tentunya konsekuensinya ya kita harus siapkan meteran. Siapkan untuk meteran gratis kepada masyarakat,” kata Rudolf.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten SBD, Yohanis Umbu Deta, mengatakan wilayah SBD mendapat penambahan jaringan listrik baru pada 2026.
“Untuk SBD kita dapat penambahan jaringan baru 17 titik pada TA 2026,” kata Yohanis.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan