Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Bahkan, alokasi untuk kebutuhan listrik juga telah dimasukkan dalam anggaran perubahan.
“Dan itu sudah menjadi kesepakatan secara bersama-sama untuk perluas jaringan. Memang di perubahan ini sangat mepet, tapi kita berharap dari tahun ke tahun tetap kita upayakan,” katanya.
Ia berharap dalam tiga tahun ke depan persoalan jaringan listrik di kampung-kampung yang belum terjangkau dapat diatasi.
“Semoga dalam tiga tahun ke depannya ini bisa teratasi semua untuk jaringan listrik masuk ke kampung-kampung,” ujar Rudolf.
Rudolf menjelaskan, Pemerintah Kabupaten SBD juga telah membangun komunikasi dengan PT PLN untuk membuka jaringan listrik baru di sejumlah wilayah.
Namun, pembukaan jaringan baru perlu mempertimbangkan kondisi dan jumlah masyarakat yang akan dilayani.
“Memang dari pemerintah menyampaikan juga ke kita bahwa sudah bangun komunikasi dengan PLN untuk membuka jaringan-jaringan baru,” katanya.
“Misalnya jumlah berapanya di situ, perkampungannya ini, karena harus dilihat juga dari situ,” lanjut Rudolf.
Menurut dia, masih banyak titik di SBD yang belum terjangkau jaringan listrik.
Karena itu, pemerintah bersama DPRD akan terus memetakan wilayah yang membutuhkan perluasan jaringan.
“Kalau titik-titik, ya kita titik-titik ini kan sebetulnya banyak. Banyak, tidak bisa juga kita sebutkan satu per satu,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan